Hubungan Ketepatan Terminologi Medis Diagnosis Utama dengan Keakuratan Koding Diagnosis Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum X Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.33560/jmiki.v10i2.369Keywords:
ICD-10, Keakuratan Koding, Ketepatan Terminologi MedisAbstract
Terminologi medis merupakan istilah-istilah penyakit yang didaftar dalam nomenklatur harus sesuai dengan istilah yang digunakan dalam suatu sistem klasifikasi penyakit. Penulisan terminologi medis yang tepat dapat membantu petugas koding dalam menentukan kode diagnosis secara akurat. Hasil studi pendahuluan pada RSU X Denpasar menunjukkan bahwa kode yang tidak akurat sebesar 50%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketepatan terminologi medis diagnosis utama dengan keakuratan koding diagnosis pasien BPJS Kesehatan rawat inap di RSU X Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan desain penelitian retrospektif. Populasi dari penelitian ini adalah rekam medis bagian resume medis pasien BPJS Kesehatan rawat inap pada bulan Oktober sampai Desember 2020 sebanyak 811 berkas. Sampel penelitian ini adalah 100 berkas resume medis pasien yang diambil menggunakan sistem systematic random sampling. Data penelitian diuji menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan terminologi medis diagnosis utama sebesar 36% dan keakuratan koding diagnosis utama sebesar 72%. Analisis chi-square menunjukkan nilai p = 0,669 bahwa tidak ada hubungan bermakna antara ketepatan terminologi medis diagnosis utama dengan keakuratan koding diagnosis. Hal ini disebabkan karena petugas koding yang selalu bertanya kepada dokter ketika menemukan kesulitan pembacaan diagnosis dan pengalaman bekerja yang sudah enam tahun. Saran yang diberikan kepada pihak manajemen untuk membuat standar operasional prosedur dalam penulisan diagnosis dan koding diagnosis.
Downloads
References
Christy, J., & Evi Efriamta Siagian. (2021). Ketidaktepatan Kode Diagnosis Kasus Neoplasma Menggunakan ICD-10 di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda 6(1): 23-30.
Hatta, Gemala R. (2011). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sasaran Pelayanan Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta: UI-Press.
Khabibah, S., & Sri S. (2013). Tinjauan Ketepatan Terminologi Medis dalam Penulisan Diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar di RSU Jari Husada Karanganyar. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia 1(2): 46-52.
Kurnianingsih, W. (2020). Hubungan Pengetahuan Coder dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Jalan BPJS berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan 3(1): 18-24.
Maimun, N., Jihan Natassa, & Wen Via Trisna. (2018). Pengaruh Kompetensi Coder terhadap Keakuratan dan Ketepatan Pengkodean Menggunakan ICD-10 di Rumah Sakit “X†Pekanbaru Tahun 2016. Jurnal KesMARS 1(1): 31-43.
Mangentang, F. (2015). Kelengkapan Resume Medis dan Kesesuaian Penulisan Diagnosis Berdasarkan ICD-10 Sebelum dan Sesudah JKN di RSU Bahteramas. Jurnal Administrasi Rumah Sakit 1(3): 159-168.
Mariyati, S. (2013). Kajian Penulisan Diagnosis Dokter Dalam Penentuan Kode Diagnosis Lembar Ringkasan Masuk dan Keluar Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Wonogiri. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Imelda: 114-121.
Maryati, W. (2016). Factors Affecting the Quality of Diagnosis Coding and Medical Record at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta. Journal of Health Policy and Management 1(2): 61-70.
Pamungkas, F., & Tuti Hariyanto. (2015). Identifikasi Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jurnal Kedokteran Brawijaya 28(2): 124-128.
Rahmatiqa, Siswanto Agus Wilopo, & Shinta Prawitasari. (2019). Failure Contraception in Indonesia: IDHS 2012 Data Analysis. International Journal of Communicity Medicine and Public Health 6(6): 2295-2299.
Rosita, R., & Ni’matul Wiqoyah. (2018). Hubungan Ketepatan Penulisan Terminologi Medis Diagnosis Utama dengan Keakuratan Kode Kasus Penyakit dalam Pasien Rawat Inap. Indonesian Journal on Medical Science 5(1): 38-42.
Trisna, Via Wen. (2018). Keakuratan Kode Tindakan Pada Dokumen Rekam Medis Menggunakan ICD-9 CM Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pelatihan Pengkodean di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Jurnal Inohim 6(1): 6-13.
Widyaningrum, L. (2015). Ketepatan Reseleksi Diagnosa dan Kode Utama Berdasarkan Aturan Morbiditas Pembiayaan Jaminan Kesehatan INA-CBGS. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia 3(2): 27-31.
Windari & Anton. (2016). Analisis Ketepatan Koding yang Dihasilkan Koder di RSUD Ungaran. Jurnal Riset Kesehatan 5(1): 35-39.
Yuniati. (2013). Analisis Hasil Koding yang Dihasilkan oleh Coder di Rumah Sakit Pemerintah X di Kota Semarang Tahun 2012. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia 1(4): 167-174.


